Sintas: Atanè, Atana’ Diinisiasi oleh Lembâna Artgroecosystem
Direktur Fikril Akbar
Dramaturg/Kurator Shohifur Ridho'i
Asisten kurator Syamsul Arifin
Kerangka Kuratorial
Pijakan Paradigma:
Lokalitas sebagai Cara Pandang
Percakapan mengenai lokalitas acap dipahami dalam kerangka etnisitas, yakni sistem nilai tertentu (beserta seluruh produk kebudayaan turunannya) yang beroperasi di dalam satu kelompok sosial, biasanya terhubung dalam garis keturunan yang sama. Di dalam sistem nilai tersebut terdapat ikatan primordial suatu komunitas masyarakat dengan “subjek-subjek material” yang dianggap representasi dari nilai “kebenaran”. Subjek-subjek material (fenomena) itulah yang menjadi representasi atas pengalaman internal (noumena) tentang relasi masyarakat dengan lingkungan hidupnya. Ikatan primordial ini bekerja tidak saja dalam konteks identitas suatu kelompok sosial dan budaya, melainkan juga bagaimana mereka menjaga keseimbangan hubungan antara dirinya dengan Yang Esa. Apa yang disebut sebagai Subjek-subjek material itu bisa berupa tanah, hutan, laut, dan lain-lain (seturut nilai yang dipercayai, biasanya terkait dengan lingkungan hidup di mana komunitas tersebut berada).
Babad Lembâna hendak melampaui itu, yakni dengan menempatkan kerangka di atas sebagai pengetahuan dasar untuk merumuskan pikiran dan merefleksikan kenyataan mengenai lokalitas. Pilihan ini ditempuh untuk menghindari jebakan politik representasi identitas yang berpotensi melemparkan kita (seniman/kelompok kelas menengah) ke dalam jurang cara pandang kolonialistik. Oleh karena itu, proyek ini akan membicarakan lokalitas dalam hubungannya dengan entitas “lokal” (cara pandang/ekosistem) yang lain. Dengan cara itu kita dapat memapar kebudayaan dalam konteks yang lebih luas, yakni bagaimana satu nilai bercakap dengan nilai yang lain, bagaimana suatu sistem sosial saling mempengaruhi satu sama lain. Percakapan selanjutnya adalah pertumbuhan gagasan mengenai imajinasi kita atas dunia yang saling terhubung bukan melalui jejaring dan kekuatan suprastruktur politik dan ekonomi, melainkan dari konteks lokal.
Demikianlah Babad Lembâna musim 2022 hendak menyusur dan membentang gagasan tersebut, sebaik-baiknya, semampunya.
Kerangka Tematik:
Sintas, Atanè, Atana’
Babad Lembâna 2022 menukil satu peribahasa Madura yang berbunyi: Sapa se atanè, bâkal atana’ (barang siapa bertani [menanam; bekerja], maka akan menanak [memanen; makan; hidup]). Makna dasar peribahasa ini menunjukkan setidaknya dua hal. Pertama, ia berbicara mengenai etos kerja, tidak saja tentang semangat sekelompok orang yang dapat memetik hasil setelah melalui beragam upaya, tetapi juga tentang pandangan hidup yang khas dari suatu komunitas sosial. Kedua, pilihan kata atanè memperlihatkan bahwa ungkapan tersebut lahir dari pandangan kolektif di lingkungan agrikultur yang menempatkan masyarakat dan sumberdaya alam sebagai subjek yang produktif. Etos kerja tidak selalu mengenai matarantai suprastruktur ekonomi, tetapi juga tentang menjaga dan merawat ekosistem yang menghidupi dan dihidupi. Dengan demikian, Atanè dan Atana’ merupakan spektrum nilai lokal yang bekerja secara komplementer sebagai paradigma kolektif masyakarat untuk Sintas.
Dalam memapar ke-sintas-an itulah kami mengelaborasi Atanè dan Atana’ sebagai cara baca atas berbagai macam isu, termasuk isu yang dibawa oleh karya seni itu sendiri. Karya seni yang berbasis artefak (benda) atau peristiwa mesti menempatkan ruang di dalam konteksnya. Subjek-subjek bertemu sebagai spektrum yang saling menghormati, saling bercakap satu sama lain. Paradigma yang berpijak pada kenyataan sosial menentukan posisi karya seni itu sendiri di dalam lingkungan barunya. Apabila komunikasi antarsubjek (seniman, karya, ruang, peristiwa, dll.) berlangsung, maka potensi hegemoni atas lainnya tidak akan terjadi. Relasi keseimbangan, organik, dan simbiotik itulah yang hendak dituju.
Dengan demikian, mengundang seniman dari luar Madura merupakan satu upaya bagaimana lokalitas dipertemukan dengan “lokalitas” (cara pandang) yang lain. Bagaimana karya seni berbasis artefak/benda yang dibuat tidak dalam rangka proyek ini, misalnya, tetap terhubung dengan lingkungan barunya. Demikian juga dengan karya berbasis peristiwa dapat memperoleh makna barunya yang segar ketika ditempatkan pada konteks ruang dan penonton yang spesifik, berikut juga dengan seluruh negosiasi yang mesti dilampaui, baik di level ide maupun bentuknya. Demikianlah Babad Lembâna hendak berpilin bersama dan membangun hubungan yang selaras.
Program
Seniman
Tentang
Babad Lembâna adalah sebuah repertoar(*) sosial yang bertumpu pada interaksi antarsubjek (ruang, karya, warga Lembana). Babad Lembâna diinisiasi Lembâna Artgroecosystem sejak 2021. Selain sebagai persitiwa seni, proyek ini merupakan moda riset untuk mempelajari lanskap sejarah dan koreografi sosial yang telah dan sedang berlangsung di Lembâna. Babad Lembâna terdiri atas pameran, pertunjukan, lokacipta, diskusi, ceramah, pemutaran film, dan tur.
(*) Kami akan menyebut gelaran ini sebagai “repertoar” karena sifatnya yang sementara, bertumbuh, dan terbuka terhadap kemungkinan perubahan. Repertoar ini meminjam format festival sebagai bentuknya.
Lembâna Artgroecosystem adalah inisiatif seni komunitas agrikultur yang dibuat dan dikelola oleh anak-anak muda di Sumenep, Madura. Inisiatif ini dibuat untuk menciptakan infrastruktur pengetahuan melalui seni dan mendorong percakapan mengenai kebudayaan dari perpektif komunitas rural.
(*) Lembâna bukanlah nama resmi-administratif. Ia merupakan nama yang dibuat oleh warga untuk menyebut tempat dengan topologi tanah/dataran rendah (semacam lembah) yang diapit oleh dua bukit. Tidak ada batas geografis yang tegas untuk menandai kawasan Lembâna dan bukan Lembâna. Warga bersepakat bahwa Lembâna berada di sekitar Masjid Lama Lembâna, yakni persis di sisi timur jalan raya dan Bukit Perigi. Nama resmi daerah ini ialah Kampung Perigi, Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding, Sumenep, Madura. Kawasan yang disebut Lembâna ialah Kampung Perigi Timur (karena berada di sebelah timur jalan raya). Jadi, Lembâna adalah nama yang cair bagi penandaan atas ruang.
Babad Lembâna diinisiasi oleh LembânaArtgroecosystem
Didukung oleh Kohesi Initiative Masjid Lembana MPR Perigi Ganding Rokateater Tanglok Art Forum Remo Teater Madura